Kursus ini tidak dimulai dengan grammar. Kursus ini dimulai dengan memahami siapa kamu, apa tujuanmu, dan English seperti apa yang benar-benar kamu butuhkan. Isi dengan jujur — tidak ada jawaban yang salah.
Opsional — klik untuk kirim ringkasan langsung ke Norman
English with Norman · Panduan Norman
Sesi Live Pertama: Panduan 30 Menit
Sesi pertama bukan sesi belajar grammar. Ini sesi membangun kepercayaan dan memahami siswa secara mendalam. Ikuti struktur ini — buka setiap fase satu per satu saat sesi berlangsung.
⚙️ Persiapan sebelum sesi: Baca profil onboarding siswa 15 menit sebelum sesi dimulai. Catat 2–3 poin spesifik dari profilnya yang akan kamu singgung — ini yang membuat siswa merasa "Norman benar-benar membaca tentang saya."
Alokasi Waktu — 30 Menit
■ Fase 1: Pembukaan (5')■ Fase 2: Mengenal Siswa (10')■ Fase 3: Mini Assessment (5')■ Fase 4: Roadmap (5')■ Fase 5: Penutup (5')
1
Pembukaan & Membangun Kenyamanan
5 MENIT · Jangan skip — ini fondasi seluruh sesi
▼
Tujuan fase ini: siswa merasa aman, tidak dihakimi, dan tahu bahwa ini bukan kelas biasa. Mulai dengan sapaan hangat, bukan langsung bisnis.
🎙️ Script Pembuka — English
"Hi [Nama]! Great to finally meet you. Before we start anything, I just want you to know — there's no pressure here. This session is not a test. I'm not going to judge your English. I just want to get to know you better so I can build the right learning plan for you. Does that sound okay?"
Bahasa Indonesia: "Halo [Nama]! Senang akhirnya bisa bertemu. Sebelum mulai apapun, saya ingin kamu tahu — tidak ada tekanan di sini. Sesi ini bukan tes. Saya tidak akan menilai English-mu. Saya hanya ingin mengenal kamu lebih baik supaya saya bisa buat rencana belajar yang tepat. Kedengarannya oke?"
Sebut nama siswa di kalimat pertama — efek psikologis yang besar.
Gunakan nada santai, bukan nada guru. Kamu sedang ngobrol, bukan mengajar.
Kalau siswa terlihat tegang, tambahkan: "You can speak in Indonesian whenever you feel more comfortable. That's completely fine."
Perhatikan bahasa tubuh — kalau video call, senyum dulu sebelum bicara.
Tip: Sebutkan satu hal spesifik dari profil onboarding-nya: "I saw that you work as a mechanic in Medan — that's actually really interesting to me, because we can build your English around that." — ini langsung memberi sinyal bahwa kamu sudah benar-benar membaca profilnya.
2
Mengenal Siswa Lebih Dalam
10 MENIT · Tanyakan, dengarkan, catat
▼
Jangan hanya mengandalkan form onboarding. Sesi live memberikan nuansa yang tidak bisa ditangkap form — nada bicara, rasa tidak percaya diri, antusiasme tersembunyi. Gunakan 5 pertanyaan ini sebagai panduan — tidak harus semua, pilih yang paling relevan.
Pertanyaan 1 — Konteks Kehidupan
"Ceritakan sedikit tentang pekerjaanmu sehari-hari. Dalam situasi apa kamu biasanya butuh berbicara atau membaca dalam bahasa Inggris?"
Pertanyaan 2 — Pengalaman Buruk
"Pernah ada momen canggung atau tidak menyenangkan karena keterbatasan bahasa Inggrismu? Ceritakan kalau kamu mau."
Pertanyaan 3 — Mimpi Konkret
"Kalau English-mu tiba-tiba jadi sempurna besok, apa hal pertama yang akan kamu lakukan?"
Pertanyaan 4 — Konten Kesukaan
"Apa yang kamu tonton atau dengarkan dalam bahasa Inggris — film, YouTube, podcast? Ada favorit?"
Pertanyaan 5 — Ekspektasi
"Dari pengalaman belajar bahasa Inggris sebelumnya — apa yang menurutmu kurang dari cara mengajar yang pernah kamu terima?"
Pertanyaan 6 — Bonus
"Ada topik atau situasi spesifik yang paling ingin kamu bisa handle dalam bahasa Inggris?"
Dengarkan dulu, jangan buru-buru ke pertanyaan berikutnya. Beri ruang untuk siswa berbicara.
Catat kata kunci: nama tempat, nama orang, situasi spesifik — ini akan muncul lagi di materi bulan pertama.
Kalau siswa berbicara dalam bahasa Indonesia, itu normal dan bagus — kamu sedang membangun kepercayaan, bukan mengevaluasi.
Reaksi kamu saat mendengar: angguk, tunjukkan ketertarikan nyata, sesekali refleksikan balik: "So if I understand correctly, your biggest challenge is..."
Jangan lakukan ini: Jangan langsung koreksi grammar atau kosakata yang salah di fase ini. Kamu sedang membangun kepercayaan — koreksi di sini akan merusak itu. Catat kesalahan yang sering muncul, dan jadikan bahan untuk sesi berikutnya.
3
Mini Speaking Assessment
5 MENIT · Informal, tidak terasa seperti tes
▼
Kamu perlu mendengar kemampuan speaking mereka secara langsung — bukan untuk menilai, tapi untuk kalibrasi kurikulum. Buat terasa seperti percakapan, bukan ujian.
🎙️ Cara Memulai Assessment
"Okay, I'd love to hear you speak in English for just a minute or two — totally relaxed, no pressure. Just tell me about your typical workday. What do you do from morning to afternoon? Anything you want to share."
Bahasa Indonesia: "Oke, saya ingin dengar kamu bicara dalam bahasa Inggris sebentar — santai saja, tidak ada tekanan. Ceritakan hari kerjamu yang biasa. Apa yang kamu lakukan dari pagi sampai siang? Apapun yang mau kamu ceritakan."
Saat siswa berbicara, perhatikan 4 hal ini secara diam-diam:
Vocabulary range — seberapa bervariasi pilihan kata mereka? Apakah sering stuck dan pakai kata yang sama berulang?
Grammar patterns — kesalahan apa yang paling sering muncul? Tense? Subject-verb agreement? Article?
Fluency vs. Accuracy — apakah mereka lancar tapi banyak salah, atau hati-hati tapi sangat lambat?
Confidence level — apakah mereka bicara dengan kontak mata (di video), atau menunduk dan terlihat malu? Ini informasi penting.
Setelah assessment: Jangan langsung beri feedback panjang. Cukup bilang: "That was great — thank you for sharing. I already have a good picture of where we'll start." Simpan analisismu untuk dikirim via WhatsApp setelah sesi sebagai summary tertulis.
4
Preview Roadmap Bulan Pertama
5 MENIT · Beri gambaran besar, bukan detail teknis
▼
Siswa perlu keluar dari sesi ini dengan gambaran yang jelas tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Jangan biarkan mereka bertanya-tanya.
🎙️ Script Roadmap — English
"Based on what you've shared today, here's what I'm thinking for your first month. Week one, we'll focus on [topik spesifik dari profil mereka]. Week two, we'll have our first live session where we practice together. By the end of the month, you should be able to [milestone konkret]. Does this direction make sense for you?"
Bahasa Indonesia: "Berdasarkan yang kamu ceritakan hari ini, ini yang saya rencanakan untuk bulan pertamamu. Minggu pertama, kita fokus ke [topik spesifik]. Minggu kedua, kita sesi live untuk praktik bersama. Di akhir bulan, kamu harusnya sudah bisa [milestone konkret]. Apakah arah ini masuk akal untukmu?"
Sebutkan topik spesifik yang relevan dengan profesi/minat mereka — bukan topik generic seperti "grammar" atau "vocabulary".
Milestone harus konkret dan terukur. Bukan "bahasa Inggris kamu lebih baik" — tapi "kamu bisa menjelaskan kerusakannya ke pelanggan asing dalam 3 kalimat."
Tanya apakah ada yang perlu diubah — siswa perlu merasa punya kontrol atas kurikulumnya.
Jelaskan sistem: materi dikirim tiap Senin via WhatsApp, sesi live 2x/bulan, feedback dalam 24–48 jam.
5
Penutup & Komitmen
5 MENIT · Akhiri dengan energi positif dan langkah nyata
▼
Siswa harus keluar dari sesi ini dengan satu tugas kecil yang jelas — bukan karena tugasnya penting, tapi karena mengerjakan sesuatu sebelum sesi berikutnya membangun momentum dan komitmen.
🎙️ Script Penutup — English
"Before we wrap up — I have one small task for you. Before next Monday, I want you to record a voice message — just 60 seconds — in English. Tell me about one thing that happened in your day. It doesn't have to be perfect. Just speak. Send it to me on WhatsApp. That's it. Can you do that?"
Bahasa Indonesia: "Sebelum kita selesai — saya punya satu tugas kecil untukmu. Sebelum Senin depan, saya mau kamu rekam voice message — cukup 60 detik — dalam bahasa Inggris. Ceritakan satu hal yang terjadi di harimu. Tidak harus sempurna. Yang penting bicara. Kirim ke WhatsApp saya. Hanya itu. Bisa?"
Tugas pertama harus sangat mudah — 60 detik voice note adalah threshold yang hampir semua orang bisa penuhi.
Ucapkan terima kasih dengan spesifik: "Thank you for being so open today — it really helps me understand what you need."
Konfirmasi jadwal materi mingguan pertama: "You'll receive your first weekly materials this Monday morning."
Tutup dengan antusias — energi kamu di akhir sesi adalah yang paling diingat siswa.
Setelah sesi (dalam 2 jam): Kirim WhatsApp berisi ringkasan singkat: (1) apa yang mereka ceritakan yang kamu ingat, (2) fokus bulan pertama, (3) reminder tugas 60 detik. Ini yang membedakan kamu dari kursus biasa — follow-up personal setelah sesi pertama hampir tidak pernah dilakukan siapapun.
📝 Catatan Pasca-Sesi — Isi dalam 30 Menit Setelah Sesi
Isi ini sementara masih segar. Data ini yang akan kamu pakai untuk generate materi Minggu 1 dengan AI.
Kesalahan Grammar yang Muncul
Catat 2–3 pattern kesalahan yang paling sering muncul saat assessment speaking.
Vocabulary Gap
Kata apa yang tampaknya tidak diketahui atau salah dipakai? Ini prioritas Minggu 1.
Antusiasme / Minat Tersembunyi
Topik apa yang membuat mereka berbicara lebih panjang dan lebih antusias?
Red Flags / Kekhawatiran
Ada sinyal siswa ini butuh pendekatan ekstra hati-hati? Trauma belajar? Ekspektasi tidak realistis?
Buka di browser → Print → Save as PDF · Atau screenshot per fase
Aktivitas Harian dalam Bahasa Inggris untuk Kelas 3 Photo by Kelvin Zyteng on Unsplash Daftar Kata-Kata untuk Kegiatan Harian - Morning Routine: - Wake up (bangun pagi) - Brush teeth (gosok gigi) - Wash face (cuci muka) - Have breakfast (sarapan) - School Activities: - Attend school (menghadiri sekolah) - Learn new things (belajar hal baru) - Play with friends (bermain dengan teman) - Afternoon Activities: - Do homework (mengerjakan PR) - Play sports (berolahraga) - Read a book (membaca buku) - Evening Routine: - Have dinner (makan malam) - Watch TV (menonton TV) - Go to bed (tidur) Contoh Komunikasi tentang Kegiatan Harian - Percakapan 1: - Siswa A: "What time do you wake up in the morning?" - Siswa B: "I wake up at 6 o'clock." - Percakapan 2: - Siswa A: "What do you do after school?" - Siswa B: "I do my homework and play with my friends." Aktivitas Pembelajaran 1. Membuat Jadwal Harian: Siswa membuat jadwal harian dalam bahasa Inggris dan...
Belajar Angka dalam Bahasa Inggris Photo by Markus Krisetya on Unsplash Halo, teman-teman! Yuk, kita pelajari cara menyebutkan angka dalam bahasa Inggris dengan cara yang seru dan mudah diingat. Materi ini cocok banget buat kamu yang masih SMP, SMA, atau yang sudah bekerja dan ingin jago bahasa Inggris! 1. Angka Dasar (0–12) 0 – zero 1 – one 2 – two 3 – three 4 – four 5 – five 6 – six 7 – seven 8 – eight 9 – nine 10 – ten 11 – eleven 12 – twelve 2. Angka Belasan (13–19) Untuk belasan, biasanya cukup tambahkan akhiran -teen . 13 – thirteen 14 – fourteen 15 – fifteen 16 – sixteen 17 – seventeen 18 – eighteen 19 – nineteen Tips mudah: \"teen\" artinya belasan. Jadi tinggal gabungkan angka dasar + \"teen\". Contoh: four → fourteen. 3. Puluhan (20, 30, 40...) Gunakan akhiran -ty untuk puluhan: 20 – twenty 30 – thirty 40 – forty (tanpa 'u'!) 50 – fifty 60 – sixty ...
Hai teman-teman! 👋 Kalian pernah bingung harus ngomong apa saat pertama kali ketemu orang baru dalam bahasa Inggris? Tenang, kamu nggak sendirian! Banyak orang merasa gugup saat harus memperkenalkan diri atau menyapa seseorang untuk pertama kali. Nah, di blog ini kita akan belajar bareng gimana cara melakukan perkenalan dan perjumpaan pertama dalam bahasa Inggris, baik yang formal (misalnya saat wawancara kerja atau acara resmi) maupun yang santai, kayak ngobrol sama teman baru. Yuk, kita mulai! --- 1. Perkenalan Formal (Formal Introduction) Perkenalan formal biasanya digunakan dalam situasi resmi seperti di tempat kerja, saat wawancara, atau ketika bertemu orang yang lebih tua atau memiliki jabatan penting. Gaya bahasa yang digunakan cenderung lebih sopan dan terstruktur. Contoh Dialog Perkenalan Formal A: Good morning. My name is Sarah Wijaya . I’m the new marketing assistant. B: Good morning, Sarah. Nice to meet you. I’m Mr. Jonathan , the head of the marketing department. A: ...
Komentar
Posting Komentar