Is, Am, Are: Panduan To Be Bahasa Inggris untuk Pelajar Indonesia
Is, Am, Are: Kata yang Tidak Ada di Bahasa Indonesia — tapi Wajib Ada di Bahasa Inggris
Kenapa "I am a student" benar, tapi "I a student" salah — padahal artinya sama di bahasa Indonesia?
Di bahasa Indonesia, kalimat "Saya lapar" sempurna. Tidak ada yang kurang, tidak ada yang perlu ditambah. Tapi coba terjemahkan kalimat itu kata per kata ke bahasa Inggris: "I hungry."
Salah. Ada yang hilang.
Yang hilang itu bukan kata benda, bukan kata sifat, bukan keterangan waktu. Yang hilang adalah sebuah kata yang tugasnya hanya menghubungkan — sebuah jembatan antara subjek dan keterangannya. Dalam bahasa Inggris, jembatan itu wajib ada. Namanya to be. Dan bentuknya ada tiga: is, am, are.
Artikel ini dirancang untuk pembaca level A1 yang baru mulai, atau A2 yang sudah tahu tapi masih sering ragu. Satu fokus: kalimat positif. Negatif dan tanya akan dibahas di artikel berikutnya.
"Sebagai subtitle translator untuk SCTV dan RCTI, saya menerjemahkan ratusan dialog setiap hari. Dialog paling sederhana — 'I'm tired,' 'She's ready,' 'They're here' — adalah yang paling sering salah dipahami pelajar pemula. Bukan karena mereka tidak tahu artinya. Tapi karena mereka tidak tahu bahwa bahasa Inggris butuh jembatan yang di bahasa Indonesia tidak ada."
🇮🇩 Penjelasan dalam Bahasa Indonesia ▼
Kenapa pelajar Indonesia selalu lupa pakai is, am, atau are? Jawabannya bukan karena malas atau tidak pintar — tapi karena bahasa Indonesia memang tidak membutuhkan kata itu.
Dalam bahasa Indonesia, kamu bisa langsung menyambungkan subjek dengan keterangannya: "Saya mahasiswa." "Dia lelah." "Mereka di Jakarta." Tidak ada kata penghubung yang wajib hadir. Para ahli bahasa menyebut ini zero copula — bahasa tanpa kopula wajib.
Bahasa Inggris berbeda. Dia membutuhkan kata penghubung itu setiap saat, tanpa pengecualian. Tugas kita sekarang: mengenali kapan dan versi mana yang dipakai.
Kapan pakai Am, kapan Is, kapan Are?
Tiga kata ini adalah satu keluarga — semuanya berasal dari kata kerja to be. Perbedaannya hanya satu: siapa subjeknya.
| To Be | Untuk Subjek | Contoh |
|---|---|---|
| Am | I — dan hanya I, tidak ada pengecualian | I am a student. |
| Is | He, She, It + nama orang atau benda tunggal | She is tired. Jakarta is hot. |
| Are | You, We, They + semua bentuk jamak | They are ready. We are friends. |
You selalu pakai are — untuk satu orang maupun banyak orang.
"You are my friend." (berbicara ke satu orang) ✅
"You are all welcome." (berbicara ke banyak orang) ✅
"You is my friend." ❌ — tidak pernah benar, apapun situasinya.
Kenapa? Ini aturan yang sudah terbentuk sejak bahasa Inggris modern, dan tidak ada pengecualian. You selalu are. Hafal ini sekarang agar tidak terbawa salah sampai nanti.
🇮🇩 Penjelasan dalam Bahasa Indonesia ▼
Cara paling mudah mengingat tabel di atas: I → am, dia tunggal → is, sisanya → are.
Tapi ada satu yang harus diingat khusus: you. Dalam bahasa Indonesia, kita punya "kamu" (satu orang) dan "kalian" (banyak orang). Tapi dalam bahasa Inggris, you dipakai untuk keduanya — dan keduanya selalu pakai are. Tidak pernah is.
Ini salah satu kesalahan yang paling cepat memfosil jadi kebiasaan buruk. Kalau dari awal sudah hafal you = are, kamu tidak akan perlu memikirkannya lagi.
Tiga fungsi Is, Am, Are
To be bukan sekadar "kata penghubung" yang abstrak. Dia punya tiga tugas konkret yang muncul setiap hari dalam percakapan.
Fungsi 1 — Menghubungkan subjek dengan kata sifat
Dipakai ketika kamu ingin mendeskripsikan kondisi, sifat, atau keadaan seseorang/sesuatu.
| Kalimat | Artinya |
|---|---|
| I am hungry. | Saya lapar. |
| She is tired. | Dia (perempuan) lelah. |
| They are happy. | Mereka bahagia. |
| The weather is hot. | Cuacanya panas. |
Fungsi 2 — Menghubungkan subjek dengan kata benda (identitas)
Dipakai ketika kamu ingin menyebut identitas, profesi, atau kategori seseorang/sesuatu.
| Kalimat | Artinya |
|---|---|
| I am a teacher. | Saya seorang guru. |
| He is a doctor. | Dia (laki-laki) seorang dokter. |
| We are students. | Kami mahasiswa. |
| Medan is a city. | Medan adalah sebuah kota. |
Fungsi 3 — Menghubungkan subjek dengan keterangan tempat
Dipakai ketika kamu ingin menyebut di mana seseorang atau sesuatu berada.
| Kalimat | Artinya |
|---|---|
| I am at home. | Saya di rumah. |
| She is in Jakarta. | Dia di Jakarta. |
| They are at the office. | Mereka di kantor. |
| The keys are on the table. | Kuncinya di atas meja. |
Is, am, are juga dipakai untuk membentuk continuous tenses — seperti "She is working" atau "They are studying."
Ini bukan fungsi baru yang berbeda — ini fungsi keempat yang dibahas di artikel lanjutan. Yang penting sekarang: kalau kamu nanti melihat "is working" atau "are studying", kamu tidak perlu bingung. Is dan are-nya adalah to be yang sama yang sedang kamu pelajari sekarang.
🇮🇩 Penjelasan dalam Bahasa Indonesia ▼
Ketiga fungsi to be di atas semuanya punya satu pola yang sama: Subjek + is/am/are + keterangan. Yang berubah hanya isi keterangannya — apakah itu kata sifat, kata benda, atau keterangan tempat.
Cara mudah mengingatnya: setiap kali kamu ingin "melekatkan" sesuatu ke subjek — kondisinya, identitasnya, atau posisinya — kamu butuh to be sebagai perekat. Tanpa perekat itu, kalimatmu tidak lengkap dalam bahasa Inggris.
Satu hal yang perlu dicatat: is/am/are nanti juga muncul di bentuk waktu lain seperti "She is working". Jangan kaget. Itu masih to be yang sama — hanya dipakai dalam konteks yang sedikit berbeda, yang akan dibahas di artikel terpisah.
Kontraksi — Bentuk yang Paling Sering Kamu Dengar
Di percakapan asli, orang jarang berkata "I am fine." Yang lebih sering terdengar adalah "I'm fine." Inilah yang disebut kontraksi — dua kata yang disingkat menjadi satu dengan tanda apostrof.
Kenapa penting dipelajari sekarang? Karena kalau kamu tidak kenal kontraksi, kamu akan kebingungan setiap kali mendengar percakapan asli atau menonton film berbahasa Inggris. Sebagian besar kalimat to be dalam percakapan nyata hadir dalam bentuk kontraksi.
It's (dengan apostrof) = kontraksi dari it is → "It's raining." = "It is raining."
Its (tanpa apostrof) = kata ganti kepemilikan → "The cat licked its paw." (cakarnya)
Ini akan dibahas lebih dalam di artikel lanjutan. Untuk sekarang, cukup ingat: kalau bisa diganti dengan "it is", pakai apostrof. Kalau tidak bisa, jangan pakai.
🇮🇩 Penjelasan dalam Bahasa Indonesia ▼
Kontraksi adalah cara berbicara yang natural dan efisien. Native speaker hampir tidak pernah mengucapkan bentuk penuh dalam percakapan biasa — "I am" terdengar sangat formal dan kaku, hampir seperti sedang berpidato.
Kamu perlu mengenal kedua bentuk — penuh dan kontraksi — karena keduanya akan kamu temui: bentuk penuh lebih sering di tulisan formal, kontraksi lebih sering di percakapan dan tulisan informal.
Satu hal yang sering bikin bingung: it's dan its. Bedanya cukup satu tanda apostrof — tapi artinya sangat berbeda. Sekarang cukup ingat: it's = it is. Kalau kamu bisa ganti dengan "it is" dan kalimatnya masih masuk akal, pakai apostrof. Kalau tidak masuk akal, jangan.
Tiga kesalahan paling umum pelajar Indonesia
Ketiga kesalahan ini bukan karena tidak belajar — tapi karena struktur bahasa Indonesia yang terbawa secara otomatis ke bahasa Inggris.
"I hungry."
"She a teacher."
"They at home."
"I am hungry."
"She is a teacher."
"They are at home."
Kenapa terjadi: Bahasa Indonesia tidak butuh kata penghubung. "Saya lapar" sudah lengkap. Otak kita secara otomatis meniru pola itu saat berbicara bahasa Inggris.
"You is my friend."
"You is right."
"You are my friend."
"You are right."
Kenapa terjadi: Pelajar merasa you untuk satu orang = tunggal = harusnya is. Tapi you — baik untuk satu orang maupun banyak — selalu dan hanya pakai are. Tidak ada pengecualian.
"My friends is here."
"The students is ready."
"My friends are here."
"The students are ready."
Kenapa terjadi: Bahasa Indonesia tidak menandai kata kerja berdasarkan jumlah subjek. "Teman-teman saya di sini" dan "Teman saya di sini" pakai struktur yang sama. Bahasa Inggris membedakannya: tunggal → is, jamak → are.
"Kesalahan paling sering yang saya temui bukan 'I is' — itu terlalu jelas. Yang lebih berbahaya adalah 'You is' dan 'My friends is', karena secara logika terasa masuk akal bagi pelajar. Dua kesalahan ini yang paling cepat memfosil — sekali terbentuk jadi kebiasaan, susah dihilangkan. Itulah kenapa saya selalu membahasnya di sesi pertama, bukan sesi kesepuluh."
🇮🇩 Penjelasan dalam Bahasa Indonesia ▼
Ketiga kesalahan ini punya satu akar yang sama: struktur bahasa Indonesia tidak meminta kita memperhatikan hal-hal yang bahasa Inggris wajibkan. Kita tidak perlu memikirkan apakah ada kata penghubung, apakah subjeknya tunggal atau jamak, apakah you-nya satu orang atau banyak.
Cara paling efektif untuk memperbaikinya bukan dengan menghafal aturan — tapi dengan membangun kebiasaan bertanya setiap kali membuat kalimat: siapa subjeknya? Sudah ada to be-nya belum? To be mana yang tepat?
Tiga pertanyaan itu. Kalau dilatih terus sampai otomatis, kesalahan-kesalahan di atas akan hilang dengan sendirinya.
| # | Kalimat | Pilihan |
|---|---|---|
| 1 | I ___ a student. | am / is / are |
| 2 | My brothers ___ at home. | am / is / are |
| 3 | She ___ very tired today. | am / is / are |
| 4 | You ___ my best friend. | am / is / are |
| 5 | It ___ cold outside. | am / is / are |
| 6 | We ___ ready for the meeting. | am / is / are |
| 7 | He ___ a good doctor. | am / is / are |
| 8 | The students ___ in the classroom. | am / is / are |
| 9 | Rina and Doni ___ classmates. | am / is / are |
| 10 | ___ she a nurse? (preview — belum diajarkan, coba tebak) | Am / Is / Are |
▼ LIHAT JAWABAN
1. am — subjek I → selalu am.
2. are — "my brothers" = jamak → are.
3. is — subjek she → is.
4. are — you, baik untuk satu orang maupun banyak → selalu are.
5. is — subjek it → is.
6. are — subjek we → are.
7. is — subjek he → is.
8. are — "the students" = jamak → are.
9. are — "Rina and Doni" = dua orang = jamak → are.
10. Is — she = orang ketiga tunggal → is. Dalam kalimat tanya, to be pindah ke depan subjek. Ini akan dibahas penuh di artikel berikutnya.
Rangkuman — Key Takeaways
| English | Bahasa Indonesia |
|---|---|
| Am is only for I — no exceptions | Am hanya untuk I — tidak ada pengecualian |
| Is is for He / She / It and singular names | Is untuk He / She / It dan nama tunggal |
| Are is for You / We / They and all plurals | Are untuk You / We / They dan semua bentuk jamak |
| You always takes are — singular or plural | You selalu pakai are — satu orang atau banyak |
| To be links subject to adjective, noun, or place | To be menghubungkan subjek dengan kata sifat, kata benda, atau tempat |
| Contractions: I'm, You're, He's, She's, It's, We're, They're | Kontraksi: I'm, You're, He's, She's, It's, We're, They're |
| It's = it is (contraction) — not the same as its (possessive) | It's = it is (kontraksi) — berbeda dengan its (kepemilikan) |
Kamu sudah menguasai kalimat positif dengan is, am, are. Langkah berikutnya: bagaimana cara membuat kalimat negatif ("I am not tired") dan pertanyaan ("Are you ready?")?
Ada satu irregularitas yang menarik — bentuk "I'm not" tidak mengikuti pola yang sama dengan "isn't" dan "aren't". Kenapa? Itu yang akan dibahas di artikel berikutnya: Is, Am, Are: Kalimat Negatif dan Pertanyaan.
Saatnya praktik
Buat lima kalimat tentang dirimu — satu pakai am, dua pakai is, dua pakai are. Boleh tentang profesi, kondisi, atau lokasi. Tulis di kolom komentar dan saya akan cek.
Belum baca artikel sebelumnya? Do, Does, Did — dua sistem grammar yang berbeda tapi saling melengkapi. Penting dibaca sebelum lanjut ke tenses.
Komentar
Posting Komentar